Tips Mengencangkan Otot Panggul Wanita Pria

Tips Mengencangkan Otot Panggul Wanita Pria

Membantu menjaga kontrol otot untuk buang air.
Senam Kegel pada pria juga bermanfaat meningkatkan performa seksual. Mengencangkan otot panggul bawah selama berhubungan seksual dapat membantu mengelola ereksi atau menunda ejakulasi.

Bagi ibu hamil, senam Kegel bermanfaat memperlancar proses persalinan. Otot panggul yang kuat dan elastis bermanfaat membuka jalan lahir.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, senam Kegel dapat dilakukan selama kehamilan atau setelah persalinan. Senam Kegel sangat bermanfaat terutama bagi Anda yang mengalami masalah seperti berikut ini:

Tidak sengaja mengeluarkan urine saat batuk, tertawa, atau bersin. Meski demikian, latihan ini tidak cukup untuk menangani kondisi yang sudah sangat parah.
Melemahnya otot yang mengontrol buang air besar.
Otot panggul yang melemah dan melebar pascapersalinan yang menyebabkan turunnya rahim.

Kondisi ini dapat dicegah dengan melakukan senam Kegel selama masa kehamilan.
Cara Melakukan Senam Kegel
Senam Kegel tidak membutuhkan tahapan dan instruksi yang rumit, atau ruangan dan pakaian khusus. Sebagai langkah awal, senam Kegel dapat dilakukan sambil berbaring dengan tahapan sebagai berikut:

Mengidentifikasi bagian yang disebut otot panggul bawah. Caranya adalah dengan mencoba menghentikan keluarnya urine saat Anda buang air kecil. Otot yang menahan air seni itulah yang disebut otot panggul bawah Anda. Pada pria, jika Anda mengencangkan otot panggul sambil berkaca, bagian bawah penis Anda akan bergerak ke arah perut dan testis akan naik.

Kosongkan kandung kemih. Ambil posisi berbaring. Kencangkan otot panggul bawah Anda, tahan hingga 5 detik, kemudian lepaskan. Ulangi 4-5 kali. Kemudian tingkatkan durasi dari 5 ke 10 detik.
Saat mengencangkan otot panggul bawah ini, hindari mengencangkan otot perut, paha, dan bokong, serta tetaplah bernapas dengan santai.

Ulangi gerakan ini tiga kali sehari dengan pengulangan setidaknya sebanyak 3×10 kali. Namun hindari melakukan gerakan ini untuk menahan kencing karena justru dapat melemahkan otot panggul serta justru berisiko mengidap infeksi saluran kencing.